Kategori
Umum

9 Peninggalan Zaman Megalitikum Dan Fungsinya Lengkap

Peninggalan zaman megalitikum – Zaman Megalitikum adalah zaman batu besar. Di mana zaman ini identik dengan bangunan-bangun besar yang digunakan untuk pemujaan kepada roh nenek moyang. Budaya seperti ini terus berlangsung hingga zaman logam. Bahkan, di zaman modern seperti sekarang pun kita masih bisa melihat sisa-sisa peninggalan zaman Megalitikum.

Ciri-ciri dari zaman ini adalah sebagai berikut:

  • Manusia purba sudah mengenal sistem pembagian kerja
  • Mereka memiliki seorang pemimpin atau yang disebut dengan kepala suku
  • Telah mengenal logam dan menggunakannya untuk peralatan sehari-hari
  • Sudah menerapkan sistem bercocok tanam
  • Sudah memiliki norma atau aturan dan hukum rimba (primus interprecis)

Adapun peninggalan dari zaman Megalitikum contohnya seperti:

Peninggalan Zaman Megalitikum

1. Dolmen

Dolmen merupakan salah satu peninggalan zaman Megalitikum. Dolmen terbuat dari batu yang besar, pipih, dan horisontal. Biasanya, dolmen digunakan untuk meletakkan sesaji dan tempat pemujaan nenek moyang. Dolmen tidak diletakkan di sembarang tempat. Melainkan diletakkan di lokasi yang dianggap keramat seperti Poker Online Terpercaya.

Selain sebagai tempat sesaji dan pemujaan nenek moyang, pada bagian bawah dolmen biasanya digunakan untuk meletakkan mayat. Tujuannya adalah agar tidak dimakan oleh hewan buas.

Peninggalan dolmen dapat dijumpai di Besuki, Jawa Tengah, yang disebut dengan pandhusa.

2. Kubur batu

Seperti namanya, kubur batu adalah sebuah kuburan yang berbentuk batu. Fungsi dari kubur batu adalah untuk menyimpan mayat. Secara bentuk tidak jauh berbeda dengan bentuk kuburan di masa kini.

Kubur batu bisa disaksikan di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Bali, Pasemah (Sumatra Selatan), Wonosari (Yogyakarta), Cepu (Jawa Tengah), dan Cirebon (Jawab Barat).

3. Sarkofagus

Sarkofagus mirip dengan kubur batu yang digunakan sebagai peti jenazah. Hanya saja, sarkofagus berbentuk vertikal dan lebih menyerupai palung namun memiliki tutup. Dan biasanya pada bagian muka sarkofagus diukir wajah manusia atau hewan yang dianggap memiliki kekuatan magis.

Sarkofagus banyak ditemukan di Bali dan Bondowoso (Jawa Timur)

4. Punden berundak

Peninggalan ini merupakan bangunan yang disusun secara bertingkat yang digunakan sebagai pemujaan terhadap arwah nenek moyang. Konsep dasar ini pada akhirnya digunakan pada candi-candi di zaman Hindu-Budha. Contoh konkrit dari punden berundak adalah Candi Borobudur.

5. Menhir

Menhir adalah tugu batu yang berdiri tegak dan digunakan sebagai lambang untuk orang yang meninggal. Menhir sama seperti nisan pada zaman sekarang.

6. Arca batu

Arca batu dapat dijumpai di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Pasemah (Sumatra Selatan) dan Sulawesi Tenggara. Bentuk dari arca batu sendiri dapat menyerupai wajah manusia atau binatang. Contoh dari arca batu adalah Batu Gajah yang terletak di Pasemah. Yaitu batu besar yang di atasnya dipahat wajah manusia.

7. Waruga

Selanjutnya, peninggalan dari zaman Megalitikum adalah waruga. Waruga sama seperti kubur batu. Hanya saja bentuknya yang berbeda. Waruga memiliki bentuk kotak pada bagian bawah dan terdapat ruang di bagian tengahnya. Sedangkan bagian atasnya berbentuk segitiga seperti atap rumah.

8. Batu lumpang

Batu lumpang ini biasanya digunakan sebagai alat upacara. Pada bagian tengahnya terdapat cekungan yang digunakan untuk membuat makanan sebagai bentuk persembahan kepada nenek moyang.

Batu lumpang dapat dijumpai di situs Pasir Lulumpang di Garut dan situs Patakan di Lamongan.

9. Batu dakon

Dikenal juga dengan batu congklak. Di mana batu ini memiliki beberapa lubang pada permukaannya. Dapat ditemukan di Bogor dan Purbalingga.