Kategori
Umum

8 Peninggalan Zaman Mesolitikum / Zaman Batu Lengkap

Sofrakababexpress – Zaman Mesolitikum atau zaman batu pertengahan hampir sama dengan zaman batu tua. Ciri khasnya masih sama yaitu berburu, mengumpulkan makanan, dan menangkap ikan. Hanya saja, pada zaman ini manusia sudah menetap di suatu tempat seperti gua, tepi pantai, atau tepi sungai. Alat-alat yang digunakan pun sama dengan zaman batu tua. Hanya saja, pada zaman ini peralatannya sudah lebih halus dibandingkan zaman sebelumnya.

Peninggalan Zaman Mesolitikum

Lebih lengkapnya, zaman Mesolitikum memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini:

  • Sudah tidak lagi nomaden, melainkan menetap di tempat semi permanen seperti gua, tepi pantai, dan tepi sungai
  • Memiliki kemampuan bercocok tanam dengan menggunakan cara yang sederhana
  • Mampu membuat kerajinan dari gerabah
  • Masih mengumpulkan makanan atau food gathering
  • Adanya sampah dapur atau kjokkenmoddinger

Pada zaman ini, ada beberapa peninggalan, seperti:

1. Abris Sous Roche

Abris Sous Roche adalah gua yang digunakan sebagai tempat tinggal manusia purba zaman mesolitikum. Gua ini berfungsi untuk tempat tinggal sekaligus tempat berlindungan dari serangan hewan buas.

Peninggalan ini awal kali diteliti oleh Dr. Van Stein Callenfels pada tahun 1928-1931. Di mana di dalam gua tersebut ditemukan alat-alat yang digunakan pada zaman mesolitikum.

2. Kjokkenmoddinger (sampah dapur)

Kjokkenmoddinger sendiri berasal dari bahasa Denmark, yaitu kjokken yang berarti dapur dan moddinger yang berarti sampah. Di mana pada zaman mesolitikum ini ditemukan tumpukan sampah dapur berupa kulit kerang dan siput dengan ketinggian kurang lebih 7 meter.

Adanya sampah dapur ini sekaligus menjadi bukti bahwa manusia purba pada zaman mesolitikum sudah menetap. Karena sampah ini ditemukan di sepanjang tepi pantai.

3. Sampung Bone Culture (Kebudayaan Tulang dari Sampung)

Dikatakan kebudayaan tulang karena pada masa mesolitikum banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang.

4. Kebudayaan Bacson-Hoabinh

Kebudayaan ini ditemukan di bukit kerang dan gua di Indo-China, Sumatera Timur, dan Melaka. Ditemukan alat yang berbentuk seperti batu giling di gua tersebut.

Pada peninggalan ini, jika ada yang meninggal mayatnya akan diposisikan seperti jongkok alu diberi cat berwarna merah. Konon, katanya warna cat merah bertujuan untuk mengembalikan hayat pada mereka yang masih hidup.

5. Kebudayaan Toala

Kebudayaan toala berbeda dengan bacson-hoabinh. Di mana jika ada yang meninggal akan ddikuburkan di dalam sebuah gua. Dan jika tulang-tulang dari mayat tersebut sudah kering, akan diberikan kepada keluarganya sebagai bentuk kenang-kenangan. Biasanya, keluarga perempuan akan menjadikan tulang tersebut sebagai kalung.

Pada masa mesolitikum, peradabannya lebih maju dibandingkan dengan zaman batu tua. Di mana alat-alat yang digunakan lebih canggih. Contohnya seperti berikut:

a. Kapak Genggam Sumatra (Pebble Sumatra)

Kapak genggan ditemukan pada tahun 1925 oleh PV VAN Stein Callenfels. Bahan pembuatan kapak genggam ini adalah batu kali yang sudah dipecah-pecah.

b. Kapak Pendek (Hachecourt)

Kapak pendek ditemukan di tempat yang sama dengan kapak genggam Sumatra, yaitu di bukit kerang. Sebenarnya, kapak genggam Sumatra dan kapak pendek adalah sama, hanya saja berbeda dari segi ukuran. Kapak pendek tidak sepanjang kapak genggam.

c. Pipisan

Pipisan adalah batu penggiling dan juga landasannya. Pipisan digunakan untuk menghaluskan makanan dan juga cat merah yang asalnya dari tanah merah.

Kesimpulannya, manusia pada zaman Mesolitikum telah mengalami perkembangan yang luar biasa dibandingkan dengan zaman batu tua atau Paleolitikum.